MINI RISET Peningkatan Kemampuan Anak Madrasah Tsanawiyah Dalam Minat Belajar Biologi









MINI RISET
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK MADRASAH TSANAWIYAH DALAM MINAT BELAJAR BIOLOGI
Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan
Dalam Mengikuti Perkuliahan PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Oleh,
KELOMPOK : 4
1. Farah Safira Azhari                                                   (0310181022)
2. Isra Rizky Salsabila                                                   (0310183115)
3. M. Aulia Ramadhan                                                  (0310182050)
4. Novia Elyza Melinda                                                 (0310183138)
5. Santi Ariyani Rambe                                                 (0310182069)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
   UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaykum warah matullahi wabarakatuh
            Bismillahirrahmannirrahim, puji syukur kami ucapkan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala atas anugerah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan mini riset tentang “peningkatan kemampuan anak SMP dalam minat belajar biologi”. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan miniriset ini, selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para mahasiswa/i khususnya bagi penulis.
            Penulis telah berusaha untuk dapat menyusun miniriset ini dengan sebaik-baiknya, namun penulispun menyadari bahwa penulis memiliki akan adanya keterbatasan penulis sebagai manusia biasa. Oleh karena itu, jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi tekhnik penulisan, maupun dari isi makalah itu sendiri, maka penulis memohon maaf dan menerima sumbangan kritik serta saran dari dosen pengajar dan semua pembaca sangat diharapkan oleh saya untuk dapat menyempurnakan makalah ini terlebih juga dalam pengetahuan kita bersama.

Medan, 27 Juni 2019



Penulis








ABSTRAK
            Mata pelajaran biologi merupakan mata pelajaran yang mungkin sedikit sulit atau mungkin saja sulit dipelajari oleh pelajar, khususnya dalam kajian ini adalah pelajar MTs, terlebih lagi banyak nama-nama ilmiah yang sulit untuk dihapal. Nah, kertas konsep ini bertujuan untuk membicarakan tentang bagaimana melatih seorang pelajar MTs yang bisa dibilang tidak suka membaca buku dan ia hanya bermain hp, namun nilai pelajaran biologinya lumayan baik agar mau meningkatkan minat serta meningkatkan prestasi pada mata pelajaran biologi. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah metode observasi langsung dan metode wawancara ke anak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya anak yang menjadi objek yang pada awalnya kurang paham dalam pembelajaran biologi dapat menjadi paham dengan diterapkannya metode belajar yang tepat yang mempermudah ia memahami belajar biologi, dimana contohnya seperti menyusun puzzle tentang biologi dan melihat animasi yang memudahkan pemahaman siswa itu sendiri. Kesimpulannya adalah bahwa anak yang diteliti pada awalnya tidak begitu suka belajar biologi, tetapi setelah diberikan pengarahan dan metode pembelajaran yang baik dan benar serta menarik, anak tersebut semakin memahami biologi dan semakin menyukai pembelajaran biologi.
Kata kunci: Minat belajar dan metode belajar..



PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
                Pada zaman sekarang, banyak sekali kita dapati para pelajar yang mulai malas untuk belajar. Hal ini disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi. Gadget yang para pelajar miliki bukan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mereka untuk belajar, namun mereka memanfaatkannya untuk hal-hal yang nggk penting seperti bermin game dan chattingan dengan teman mereka sampai lupa waktu belajar.
                Belajar adalah salah satu kepentingan bagi seorang pelajar karena belajar itu sendiri dapat meningkatkan kemampuan seorang pelajar dalam suatu bidang ilmu pengetahuan. Tanpa ia belajar maka ia tidak akan mengetahui apa-apa.
            Orangtua sangat berperan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa itu sendiri, hal ini dikarenakan orangtualah yang menjadi awal pembelajaran bagi si anak. Orangtua wajib memberikan pengajaran kepada anak mereka agar anak mereka mendapatkan pengetahuan sejak dini. Selanjutnya adalah seorang guru akan mendidik seorang pelajar dan ia wajib untuk memahamkan suatu ilmu pengetahuan kepada pelajar tersebut.
            Guru sebgai orangtua kedua tugasnya adalah memotuivasi anak agar mereka paham terhadap pelajaran yang didapatkan dan para pelajar tersebut dapat meningkatkan keceerdasan ataupun prestasi mereka sesuai dengan harapan orang tua.
            Jadi, untuk merubah perilaku anak itu dimuali dari keluarga terdekat, yaitu kedua orangtua. Selanjutnya dalah peran guru di sekolah adalah membentuk karakter siswa dan meningklatkan keceerdasan mereka.


IDENTIFIKASI MASALAH
            Kajian ini membicarakan tentang bagaimana cara untuk meningkatkan minat belajar siswa MTs dalam pembelajaran biologi.
          Tujuan Penelitian:
1. Memberikan pengarahan pembelajaran biologi dalam meningkatkan pemahaman siswa tersebut terhadap pembelajaran biologi.
2. Melihat keberhasilan yang dicapai dalam penerapan metode pembelajaran yang dibuat kepada anak.
3. Melihat perubahan yang terjadi pada anak tersebut.

RUMUSAN MASALAH
            Setiap pelajar atau setiap anak pastilah memiliki karakter yang berbeda-beda dan pasti juga memiliki cara belajar yang berbeda pula. Nah, seorang guru adalah kunci utama dalam masalah kesulitan belajar bagi pelajar dan pemahaman pelajar dalam pembelajaran. Guru harus senantia memotivasi pelajar dan guru harus menemukan metode belajar yang tepat agar para pelajar mudah untuk paham dan terus giat belajar dalam usaha peningkatan prestasi belajar mereka yang kita ketahui anak sekarang lebih memilih gadget ketimbang belajar.

LANDASAN TEORI
            Mardianto (Psikologi Pendidikan. 2012. (Perdana Publishing: Medan), hal. 197) mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana seorang peserta didik mengalami perubahan dari satu kondisi kepada kondisi lain, kondisi yang lain tersebut tentu direncanakan, dikontrol dan dikendalikan. Rintangan atau hambatan yang dialami seorang siswa dalam psikologi pendidikan disebut dengan hambatan atau kesulitan belajar. Kesulitan belajar dapat diterjemahkan dari fenomena dimana siswa mengalami kesulitan ketika yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu berdasarkan ukuran kriteria keberhasilan seperti yang dinyatakan dalam Tujuan Instruksional atau tingkat perkembangannya.
          Variasi individu sebagaimana kita ketahui setiap individu yang dilahirkan di dunia ini memiliki perbedaan dalam kemampuan potensial, gaya belajar dan berpikir, serta tempramen dan kepribadian sehingga konsep ‘individual differences’ sangat melekat pada diri manusia, dengan konsep tersebut menunjukkan bahwa tidak ada manuia yang sama di dunia ini. (Faizah, Ulifa Rahma, dan Yuliezar Perwira Dara, Psikologi Pendidikan (Aplikasi teori di Indonesia). 2017. (Malang: UB Press), hal. 94).
Kemauan dalam belajar pada anak tidak dapat tumbuh begitu saja, akan tetapi selalu diberi rangsangan yang mengakibatkan anak tersebut mau melakukannya.Hasilnya terlalu selalu tampak bahwa ada orang tua sampai bata kemampuan yang ia  miliki, disaatyang sama ada anak yang tidak mau sekolah.Apa yang kita lakukan , bagaimana cara melakukan dan apa dasar kita melakukan bila ditta sedemikian rupa akan memabntu kita untuk tidak tejebak pada proses pemilihan yang kompelks dan rumit. Jadi hal yang menyebabkan kita melakukan kegiatan memilih satu tindakan apalagi keputusan disebut dengan motivasi.
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak dan melakukan sesuatu.Motivasi terkait dengan dorongan yang terdapt pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu.Tiga kata kunci dalam motivasi yakni sebagai berikut:
a.       Dalam mtivasi terdapat dorongan yang menjadikan seseorang mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan.
b.      Dalam motivasi terdapat pertimbangan apakah harus memperioritaskan tindakan alternatif bak itu tindakan A atau tindakan B.
c.       Dalam motivasi terdapat lingkungan yang memberi atau menjadi sumber masukan atau pertimbangan seseorang untuk melakukan tindakan pertama atau kedua.
Motivasi dalam belajar dilakukan dengan niat yang benar, dilaksanakan dengan baik, dan mencapai hasil persentasi yang gemilang, adalah sebuah  harapan yang diinginkan oleh semua orang, semua anak sekolah Untuk mencapai hal diatas maka ada tiga bagian penting. Pertama, niat yang baik,artinya ia dengan niat yang benar , berarti ia belajar memang dilakukan dengan sepenuh hati, bukn karena diperintah bukan karena dijadwal atau karena dihukum.Kedua belajar dilaksanakan dengan baik, maka seorang anak akan melakukan belajar dengan usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh semua orang, tidak curang,tidak merugikan orang lain.Ketiga, mencapai hasil yang gemilang, bahwa dengan belajar akan memperoleh hasil, hasil-hasil yang diperoleh benar-benar adalah disebabkan kegiatan belajar bukan karena yanglain. Oleh karena itu diperlukan peran orang tua dan guru dalam pemberian motivasi belajar kepada anak.
Belajar adalah kegiatan seorang pelajar dalam mencerna dan mendapatkan pelajaran atau ilmu pengetahuan. Dalam pembelajaran setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam mencerna dan memahami pembelajaran yang diberikan karena mereka berasal dari latar belakang yang berbeda dengan metode atau cara belajar yang berbeda pula dari setiap anak. Nah, untuk meningkatkan dan memfokuskan setiap anak dalam suatu mata pelajaran, khusussnya mata pelajaran biologi yang di kaji pada kajian ini, seorang pengajar dapat membuat metode belajar yang berbeda kepada setiap siswa sesuai dengan metode apa yang diinginkan oleh masing-masing siswa atau sang pengajar dapat membat sebuah metode belajar yang dapat memahamkan semua siswa dan membuat siswa tertarik akan mata pelajaran biologi yang ia bawakan. Selain metode belajar, motivasi dari pengajar juga penting bagi pelajar, karena dengan motivasi pelajar akan terbangun mentalnya dan mau mengikuti pelajaran. Tanpa motivasi, pelajar akan merasa pesismis dan mungkin sulit untuk menerima pelajaran yang diberikan, bahkan lebih parahnya ia tidak memahami pelajaran tersebut.


METODE PENELITIAN
            Metodologi yang digunakan pada kajian kali ini adalah metode observasi langsung yang dilakukan dengan mendatangi anak MTs tersebut secara langsung ke sekolahnya dan juga ke rumahnya, serta dilakukan juga metode wawancara untuk mendapatkan informasi dari narasumber yang menjadi objek penelitian kali ini.
            Dalam metode observasi ini, kami melihat secara langsung perilaku anak dalam cara ia belajar. Kami juga memerhatkan tingkah laku anak dalam minat ia belajar, khususnya dalam membaca buku dan memerhatikan ia sesering apa bermain gadget.
            Dalam metode wawancara kami bertanya beberapa pertanyaan seputar tentang pemahaman ia belajar biologi dan minat ia belajar biologi serta metode belajar apa yang ia suka.
            Anak yang kami teliti tersebut bernama Mutiara Khalishah dan ia bersekolah di MTs YASPI LABUHAN DELI.

HASIL PENELITIAN
            Hasil penelitian menunjukkan anak yang menjadi objek kajian adalah anak yang tidak mau belajar, main hp terus, namun ia mendapatkan nilai yang lumayan tinggi dalam pelajaran biologi. Untuk memahamkan anak tersebut kami membuat puzzle berbau biologi dan menayangkan animasi tentang biologi. Dan kami meminta anak tersebut untuk rajin membaca buku dan mengurangi pemakaian hp. Setelah beberapa hari, minat anak tersebut terhadap biologi semakin meningkat dan pemahamannya terhadap beberapa materi dalam pelajaran biologi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan :
            Berdasarkan penelitian yang kami dapatkan maka :
1. Pengarahan yang telah diberikan membuat anak menjadi paham walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk memahamkan anak tersebut.
2. Metode yang diberikan sangatlah berhasil dalam membuat anak mau belajar biologi dan memudahkan dia mengahapal istilah-istilah biologi atau nama-nama ilmiah dalam biologi.
3. Anak tentulah berubah, yang pertamanya ia tidak suka belajar dan hanya bermain hp saja, kini dia suka untuk belajar biologi walaupun materi yang diberikan kepadanya harus menarik. Dan nilai yang ia dapatkan juga lumayan bagus.

Saran :
            Kesabaran itu sangatlah penting dalam mengajarkan seorang anak yang membutuhkan ilmu pengetahuan atau pengajaran. Seorang guru jangan gegabah dalam mengajar seorang anak. Guru haruslah dapat menerapkn metode pembelajaran yang membuat anak semakin giat untuk belajar. Dan juga guru jangan berhenti berusaha dalam meningkatkan prestasi siswa tersebut dan terus memotivasinya.


DAFTAR PUSTAKA

Faizah, Ulifa Rahma, dan Yuliezar Perwira Dara, Psikologi Pendidikan (Aplikasi teori di    Indonesia). 2017. (Malang: UB Press).
Mardianto.Psikologi Pendidikan. 2012. (Medan: Perdana Publishing).
Prof. Dr. H. Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2013).
Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi Pendidikan, (Grafindo).
Varia Winansih, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Bandung : Citapustaka Media   Perintis,           2008).


LAMPIRAN


Rapot


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CBR Psikologi belajar

CJR PSIKOLOGI PENDIDIKAN JURNAL MARDIANTO